<< June 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30



Untuk Bro-Bro yang pengen liat postingan sebelumnya silahkan klik tanggal yang berada di kalender kiri atas.


















If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Tuesday, June 13, 2006
Suzuki Thunder 250 1999 (Jakarta) Thunder Danuarta

Perhatikan baik-baik tampang Achmad Musa. Pemilik Thunder yang warga Jl. Ubud, Kuningan Timur, Jakarta Selatan ini sepintas mirip Roger Danuarta. Cek, cek, cek. Lho, kok ngomongin orangnya? Ngaco, ah!


    
Ya, udah! Kalau gitu ngomongin motornya aja. Mahasiswa Perbanas ini mengklaim kalau tampilan Thunder seperti miliknya jarang ada. Ya, iya lah. Kan selera modif orang itu beda-beda. Kalau sama, ya jadi biasa gitcu. Mending nggak usah dimodif. Tul, nggak!


    
Udah, udah! Kok jadi sewot. Balik ngomongin modif yang rasanya boleh dipelesetin jadi Thunder Danuarta. Artinya, Thunder yang pemilknya mirip Roger Danuarta. Duh, ngawur lagi.



Maksudnya, Streetfighter dengan lekukan dinamis jadi pemicu nafsu modif Musa bergejolak. Blek, blek, macam masak bubur. Maka diboyong deh Thunder yang asalnya milik Sapto from Seven Motor Sport (SMS) itu. Awalnya coba ngetes, taunya enak. Akhirnya diangkut sambil ninggalin doku Rp 35 juta.

Kontan, lho. Ndak heran kalau kemudian Sapto yang mangkal di Jl. Tanah Pasir, Gg. Perjaka, No. 29, Jakarta Utara ditunjuk angkat bicara. Sapto yang berarti tujuh mengandalkan serat kaca untuk bodi dan tangki “Setak sendiri dengan komposisi berkualitas,” pede bapak from Pati, Jawa Tengah itu.

 

Tekukan bodi dibuat dengan sketsa yang digambar manual. Kemudian berlanjut ke proses cetak fiber dengan berbagai bentuk dan ukuran sesuai karakter desain. Motif karbon pun dibuat dengan proses berbeda. “Kalo biasa pakai kasa nyamuk, ini beda. Pakai.....,ah rahasia. Nanti ditiru,” pede Sapto sepede-pedenya lagi. Dagu     

 

BEBAS KARAT ADA LAMPU

Tangki sudah diganti fiber. Keuntungannya sisi dalam tangki bebas dari korosi alias karat. Untuk mencegah fiber lumer karena rendaman bensin, doi mengaku pakai resin berkualitas yang diklaim tahan bensin.
    
Selain itu doi juga aplikasi lubang tangki macam akuarium. Bisa diintip. “Juga dilengkapi lampu untuk memantau isi tangki malam hari,” bangga Musa yang kelahiran Batavia itu.
 

TES JAKARTA-PATI

Sok yang bukan belagu, bagian depan dikawal upside down copotan Yamaha TZR125. Belakang sudah disulap monosok dengan sasis dan lengan ayun Aprilia RS125.

Fungsi dipastikan oks banget. Meski proses pengerjaan tergolong singkat alias Cuma satu bulan, Sapto sudah dan berani membuktikan tessampai ke kampung halaman. “Jakarta-Pati, bos! Enggak ada yang rontog, llo,” yakin Sapto. 

Dilengkapi Thermostat

Wabah overheat alias panas berlebih di blok mesin, diredam oil cooler. Dilengkapi dua kipas yang dikontrol sensor thermostat. “Saat suhu mesin panas, kipas akan menyala secara otomatis untuk mendapatkan temperatur ideal,” beber wong Pati itu lagi. 

Pasang Kisi-kisi

Pemasangan fairing bikin fanas knalpot jadi tidak  menyebar. Makanya ditambah kisi-kisi. Dipasang tepat di atas pipa gas buang itu. Tetap mengandalkan fiber. 

DATA MODIFIKASI

Ban depan              

: Dunlop Riden 120/60-17

Ban belakang          

: Mitzeller 150/60-17

Pelek depan-belakang  

: Suzuki Bandit 400

Cakram depan           

: Suzuki Bandit 400

Cakram belakang        

: Variasi

Kaliper Depan          

: Brembo 4 piston

Kaliper belakang       

: Aprillia 2 piston

Karburator             

: Keihin Sudco 34

Lampu sein             

: Sanex Hussar

Raiser setang          

: Kawasaki Eliminator


Posted at 05:47 pm by royaje

awaludin
April 29, 2008   01:18 PM PDT
 
oil collernya pakai oil coller apaan nice modif. Jantan
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry