Suzuki Thunder 125 2006 Siap Diajak Ride Hard
Bohong aja pengunjung yang rider junkie nggak menoleh saat menginjakan kaki di stan Suzuki di Jakarta Motorcycle Show 2006 (JMS). Menoleh kemana, Bro? Maksudnya nyimak Suzuki Thunder 125 ala enduro berjuluk Thunder Dakkar. Lokasinya pojokan sebelah kiri, nggak jauh dari motor konsep Suzuki Stratosphere.

Hasil akhirnya boleh juga. Bisa menyaingi produk masal pabrikan. Padahal ini modifikasi builder asal Garut bernama Susanto 'Yayang' Gunawan dari 909 Modification, Garut. Singgungan sang builder dengan PT Indomobil Niaga International tergolong unik. Mereka menyimak karya Yayang di beberapa contezt modif.

"Awalnya Suzuki senang lihat jarahan saya di Suzuki Spin 125 Modification Contezt, Bali beberapa waktu lalu. Nah pas ada JMS, ditantang membangun motor laki andalan mereka," jelas pria yang ditabok duit Rp 15 juta untuk modal.

Ia ogah ikut arus. "Pastilah kebanyakan berpikir membuat model sport full dressed-fairing atau streetfighter, tubular telanjang," katanya. Ia ingin membuat kejutan. "Saya tertarik model enduro sejati seperti trail untuk ride hard melintasi gurun. Itu lho, di event bergengsi Paris-Dakkar," ungkap pemilik dua bengkel di Ranggalawe, No. 36, Garut dan Jl. Cihampelas 187, Bandung ini.

Nggak heran doi punya arah. "Ya, basic kuring sendiri crosser. Ketertarikan customized juga pada model motor jangkung," ungkapnya. Buatnya, model enduro bakal jadi virus di tahu depan. "Sasis haram dipotong sana-sini seperti pada streetfigher apalagi chopper. Cuma konsen di beberapa komponen, terutama kaki-kaki," jelas sang builder.
Detail ala enduro bisa dijabarkan. Tangki asli dimodifikasi ulang. Aslinya Thunder yang serbabulat diubah menjadi agak menyiku dan pembesaran di kapasitas bensin. Bagian depan kena coak agar nggak mentok upside down yang dicomot dari variasi.
Untuk mengisi sektor tengah, 909 perlu menambahkan pipa ala jaring di back-bone yang terispirasi Ducati Monster. "Memang perlu untuk menambah otot di di antara mesin dan tangki. Motor jadi kokoh dan sesuai roh yang heavy duty," kata Yayang.
Agar sesuai tangki, jok juga dimodif. "Bagian belakang disasar lebih tinggi dan ergonomi boncenger dibuat nyaman dan nggak terganggu saddle bag kiri-kanan sumbangan Givi," kata builder yang sedang manggarap Thunder ol skool di karya selanjutnya ini. Tim 909 Modification harus jeli membuat behel belakang agar pas untuk saddle bagdan tetap estetis.
Sorotan sip lainnya kejelian 909 meramu komponen penunjang. Namanya pesanan Suzuki, semua bahan diambil dari merek ini. "Setang, teromol belakang dan pelek depan-belakang punya TS125. Cakram depan pakai variasi 320 mm dan kaliper standar," tutup Yayang.
|
PENGGANTI TS? |
|
Menurut Yayang, legenda TS125 akan digantikan Thunder 125. Tak cuma itu, ia juga percaya desain enduro yang digarapnya bakal menjadi mewabah dan bersaing ketat dengan streetfighter atau sport. Desain ini cocok baik on maupun off-road. "Streetfighter dan sport nggak enak diajak riding di jalan kribo. Begitu juga trail atau screambler, kurang sip di jalan aspal. Nah jembatan keduanya ada pada enduro," yakinnya. Ia berpijak pada fleksibilitas customized, ergonomi dan safety. "Kampanye MEFRIK yang dibuat Em-Plus sudah tepat dan desain enduro sangatlah MEFRIK," semangatnya. Pengerjaannya aman, desain ini tak mengharuskan merombak sasis yang sudah dihitung pabrikan. Siiaappp! |
Sumber : Motor Plus Online