|
Dimas
pandai memadukan dua aliran seni. Satu seni airbrush dan satu lagi seni musik
yang kalau di Em-Plus biasa disebut Audio Bike. Bukan tanpa sebab,
dulu katanya salah pilih aliran. “Akibatnya selalu kalah dalam contezt.
Mending pindah kelas,” ungkap cowok yang punya nama lengkap Bernadus Sri
Sayrendra Putra ini.

Untuk itu dua ahli dipadukan.
Untuk gambar dipercaya pada Potlot Planet Airbrush di Banyon,
Pendowoharjo, Sewon, Bantul, Jogja. Sedang audio, lajang kelahiran Kulon Progo ini ngajak
bengkel 54 Audio Design di Jl. Mangkuyudan, No. 54, Kota Gudeg itu. 
Motif
yang dipilih seram. “Diambil dari film bajak laut, Pirates of Carribean,”
ujar Dimas yang masih sekolah di SMU Bopkri 1, kelas 2 ini. Sang bajak laut tentu makin
senang setelah diiringi audio. Mereka melantunkan tembang bajak laut.
Itu berkat kerjaan mas Gani,
punggawa 54 Audio Design. Bass empuk didapat dari subwoofer 12
inci bikinan Kicker Comp. Sedang treble dan suara tengah halus keluar
dari speaker Empire 6 inci sebanyak 2 buah. “Untuk power amplifier pakai
Laser LA 6500 yang punya 4 kanal dan head unit Kenwood KR C479,” jelas
instalatur yang punya nama lengkap Gani Cahya ini.
Biar speaker duduk manis di jok
belakang, dibuatkan tempat dari fiberglass model rudal. Tambah klop.
TV LCD 7 inci nemplok di tebeng depan. “Masih dipadu kamera kecil dilampu
depan, buat menarik penonton,” sambung Dimas.
Motor membumi alias ceper bukan
karena keberatan boks speaker yang dipasang di jok belakang. “Sengaja.
Meski bebannya tambah, tapi tampilan jadi menarik. Kesannya gaul,” ucapnya. F4RD
|