<< April 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30



Untuk Bro-Bro yang pengen liat postingan sebelumnya silahkan klik tanggal yang berada di kalender kiri atas.


















If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Monday, April 30, 2007
Suzuki Thunder 125 2005 (Jakarta) Bukan Banyak Makan

Sejak SD, Harry Widiayan sudah mimpi punya moge sporty. Akhirnya baru bisa dibeli setelah duduk di bangku kuliah. Lama amat, kacian deh lu. Eitss… bukan berarti Harry yang nggak pake Potter ini nebus satu unit moge sport asli. Namun Suzuki Thunder yang dibikin gendut.




Harry tidak perlu kasih banyak makan agar Thunder endut. Dia memanfaatkan olah kreasi Agus Dj, punggawa X-K Bike Design, Purwokerto, Jawa Tengah. Referensi datang dari Rosy Widiawan, kakak sepupunya di Puerto Rico.


 
Anehnya, konsep awal sporty langsung berubah menjadi streetfighter. "Kita pengin menyebarkan virus streetfighterdi tahun ini. Namun tetap sebelum melangkah harus musyawarah dulu dengan Harry yang punya motor," kompak Agus Dj, Wawang, Nevo dan Kang Ripto dari X-K Bike Design.



Aksi cangkok dilakukan mas Dj agar sang pemilik tambah percoyo. Kalau bicara basic-nya, sasis asli dari Thunder memang susah dimodif. Kalau mau maksimal harus potong sana sini.  

Namanya juga mahasiwa eh mahasiswa, isi kantong jelas pas-pasan. Untuk menyesuaikan dana yang tipis, "Sok depan dilapis kondom pipa hitam 2 inci," jelas Agus Dj yang terapkan upside down tipuan. Namun hasilnya mirip asepdon? "Kalau beli yang asli uang jajanku kepotong banyak," jujur Harry yang baru masuk di Universitas Jenderal Soedirman itu.

Di bagian belakang Agus Dj cangkok swing-arm TZM150. Karena dimensi arm lumayan gede, efeknya kaki-kaki tambah kekar. Biar ndak terlalu melar, pengaplikasian ban Mizzle berukuran 90/80-17 di depan dan Delli Tire 130/70-17 dirasa pas di belakang. Serasi kan…?  

Nah, sekarang tinggal desain bodi disesuaikan. Dj yang bukan disc jokey ini ogah pasang tangki terlalu besar. Penampung bensin dari Cagiva Raptor dikembangkan lagi ala X-K Design dengan fiberglass racikan Kang Ripto. "Tangki ini jadi acuan pembuatan panel lainnya," jelas modifikator langganan pakai celana pendek ini.

Mulai desain bodi belakang hingga sepatbor belakang lekukan searah tekstur wadah bensin. Begitupun sasis tubular yang dibuat dari pipa berdiamter 22,4 mm dan 16 mm. Bukan hanya tampilan tambah gagah, namun rangka semakin kokoh. Dan jangan salah bro, Agus Dj enggak sembarangan pilih pipa. Ini standar produk dari ISTW (Indonesian Standart Tube Work).

SETANG LEBAR CIRI SF

Ciri khas SF alias streetfighter makin kentara dengan setang model trail lebar. Sebelumnya sempat dicoba setang model drag bar dari pipa 22,4 mm dengan panjang 80 cm. "Tapi tidak sesuai sama joki yang bertubuh kecil" imbuh builder bermarkas di bilangan Pasir Muncang, Purwokerto.   

Katanya dengan setang model begini hari setuju. Bro yang warga Jl. Pertengahan, Cijantung, Jakarta Timur itu akhirnya bermimpi tuntas. Begitu bangun langsung puas.     

 

DATA MODIFIKASI

Footstep 

Racing One

Lampu depan

Satria

Setang  

Renthal

Tutup tangki 

Ninja

Cakram belakang

Satria

X-K Bike Design

(0281) 621811

 


Posted at 05:12 pm by royaje

randy
April 2, 2009   01:21 PM PDT
 
berapa bos lu kena biayanya? gw juga punya thundie tapi masi standard...
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry