<< April 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30



Untuk Bro-Bro yang pengen liat postingan sebelumnya silahkan klik tanggal yang berada di kalender kiri atas.


















If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Thursday, April 19, 2007
Suzuki FXR150 2003 (Jakarta) Kisah Tiga Sahabat

Kisah berawal dari tiga sahabat yang sudah lama tidak bertemu semenjak lulus SMA tahun 1995. Yaitu; Feby Sumali, Ronald Pepe dan Ahmad Fauzi. Namun pertemuan kembali mereka terjadi secara tak sengaja pada 2006 ini.

 



Itu, lantaran Feby mencari sebuah tunggangan yang bisa dimodif. Karena tiga sahabat ini sejak dulu kerap bermain kuda besi, akhirnya Feby minta sumbang saran kepada dua sobatnya. Itu juga setelah susah payah mencari keberadaan duo sohibnya.



Setelah bertemu, "Mereka bilang, mending pakai Suzuki FXR aja. Soalnya, motor yang lainnya sudah pasaran," ujar Feby yang pilot Garuda Indonesia.



Motor sudah dibeli, pengembaraan berlanjut mencari builder yang mampu mewujudkan impian Feby. Yaitu, mengubah bentuk FXR150 jadi moge. Namun sayang, pada modifikasi pertama, impian itu pupus. Alias gatot (gagal total).

"Iya nih, gara-gara sarannya Ronald taruh motor di tempat orang salah," ujar Fauzi diiringi tawa besar sembari meledek kedua sahabatnya. Muka Ronald pun sedikit memerah karena ucapan itu.

Sudah, jangan saling menyalahkan bos! Mending lanjutin kisahnya. Oke, tidak puas dengan ubahan pertama, motor dirombak ulang. Kali ini, proyek diserahkan pada modifikator andal dari Berkat Motor, Ciledug, Tangerang. Siapa lagi kalau bukan Rudi Gunawan.

Tawaran menjadikan FXR150 jadi Yamaha R1 diterima tiga sahabat itu. Rekonstruksi rangka dan wajah pun mulai dilakukan. Namun, pekerjaan paling berat ada di rangka. "Itu karena harus bangun ulang. Konstruksi monosok awal salah, rangka jadi tertarik ke kiri," bilang Rudi.

Hanya dalam waktu satu bulan, motor berubah tampang. Ubahan yang memang diidamkan Feby, sekarang jadi kenyataan. "Nah, begini yang kita mau," ujar tiga orang sahabat itu serentak.

Oh begitu ceritanya?

Data Modifikasi

Kaki-kaki

Full Suzuki GSX400

Fairing 

Yamaha R1

Lengan ayun

Honda CBR600

Tangki 

Honda CBR600

Spidometer

Aprilia RS125


Posted at 04:31 pm by royaje
Comment (1)  

Friday, December 01, 2006
Suzuki Thunder 125 2006 Siap Diajak Ride Hard

Bohong aja pengunjung yang rider junkie nggak menoleh saat menginjakan kaki di stan Suzuki di Jakarta Motorcycle Show 2006 (JMS). Menoleh kemana, Bro? Maksudnya nyimak Suzuki Thunder 125 ala enduro berjuluk Thunder Dakkar. Lokasinya pojokan sebelah kiri, nggak jauh dari motor konsep Suzuki Stratosphere.


 
Hasil akhirnya boleh juga. Bisa menyaingi produk masal pabrikan. Padahal ini modifikasi builder asal Garut bernama Susanto 'Yayang' Gunawan dari 909 Modification, Garut. Singgungan sang builder dengan PT Indomobil Niaga International tergolong unik. Mereka menyimak karya Yayang di beberapa contezt modif.



"Awalnya Suzuki senang lihat jarahan saya di Suzuki Spin 125 Modification Contezt, Bali beberapa waktu lalu. Nah pas ada JMS, ditantang membangun motor laki andalan mereka," jelas pria yang ditabok duit Rp 15 juta untuk modal.


    
Ia ogah ikut arus. "Pastilah kebanyakan berpikir membuat model sport full dressed-fairing atau streetfighter, tubular telanjang," katanya. Ia ingin membuat kejutan. "Saya tertarik model enduro sejati seperti trail untuk ride hard melintasi gurun. Itu lho, di event bergengsi Paris-Dakkar," ungkap pemilik dua bengkel di Ranggalawe, No. 36, Garut dan Jl. Cihampelas 187, Bandung ini. 


    
Nggak heran doi punya arah. "Ya, basic kuring sendiri crosser. Ketertarikan customized juga pada model motor jangkung," ungkapnya. Buatnya, model enduro bakal jadi virus di tahu  depan. "Sasis haram dipotong sana-sini seperti pada streetfigher apalagi chopper. Cuma konsen di beberapa komponen, terutama kaki-kaki," jelas sang builder.
    
Detail ala enduro bisa dijabarkan. Tangki asli dimodifikasi ulang. Aslinya Thunder yang serbabulat diubah menjadi agak menyiku dan pembesaran di kapasitas  bensin. Bagian depan kena coak agar nggak mentok upside down yang dicomot dari variasi.


Untuk mengisi sektor tengah, 909 perlu menambahkan pipa ala jaring di back-bone yang terispirasi Ducati Monster. "Memang perlu untuk menambah otot di di antara mesin dan tangki. Motor jadi kokoh dan sesuai roh yang heavy duty," kata Yayang.

Agar sesuai tangki, jok juga dimodif. "Bagian belakang disasar lebih tinggi dan ergonomi boncenger dibuat nyaman dan nggak terganggu saddle bag kiri-kanan sumbangan Givi," kata builder yang sedang manggarap Thunder ol skool di karya selanjutnya ini. Tim 909 Modification  harus jeli membuat behel belakang agar pas untuk saddle bagdan tetap estetis.
    
Sorotan sip lainnya kejelian 909 meramu komponen penunjang. Namanya pesanan Suzuki, semua bahan diambil dari merek ini. "Setang, teromol belakang dan pelek depan-belakang punya TS125. Cakram depan pakai variasi 320 mm dan kaliper standar," tutup Yayang.

PENGGANTI TS?

Menurut Yayang, legenda TS125 akan digantikan Thunder 125.  Tak cuma itu, ia juga percaya desain enduro yang digarapnya bakal menjadi mewabah dan bersaing ketat dengan streetfighter atau sport. Desain ini cocok baik on maupun off-road.
    
"Streetfighter dan sport nggak enak diajak riding di jalan kribo. Begitu juga trail atau screambler, kurang sip di jalan aspal. Nah jembatan keduanya ada pada enduro," yakinnya.
    
Ia berpijak pada fleksibilitas customized, ergonomi dan safety. "Kampanye MEFRIK yang dibuat Em-Plus sudah tepat dan desain enduro sangatlah MEFRIK," semangatnya. Pengerjaannya aman, desain ini tak mengharuskan merombak sasis yang sudah dihitung pabrikan. Siiaappp!

Sumber : Motor Plus Online



Posted at 09:13 am by royaje
Comments (5)  

Monday, November 20, 2006
Suzuki Spin 125 2006 (Jakarta) Konsep Kutub Magnet

Sama seperti Ibu atau Pak Guru bilang ketika kita duduk di bangku Sekolah Dasar. Katanya kalau dua kutub magnet yang sama, tidak akan tarik menarik. Malah bakal tolak menolak. Lain halnya jika yang satu lagi dari kutub berbeda. Baru deh bersatu.



Konsep begitu itu yang dipakai Johny Lipurnomo, sebagai bahan kala mengubah tampilan Suzuki Spin 125 miliknya. “Tampilan standar, berubah jadi sosok skubek modern dan futuristik,” ujar pemilik gerai variasi Custom World di Jl. Sumagung III, Blok E3, No. 1, Kelapa Gading, Jakarta Utara.



Itu karena modifikator senior berusia 42 tahun ini, mengusung konsep elegan dan sport. Secara logis, antara elegant dengan sport itu bertolak belakang, lho. Namun di tangan dingin Johny, konsep itu bisa disatukan.



Konsep elegan dipancarkan dari pemakaian pelek model full. Dengan desain menutupi bagian tengah pelek, skubek terkesan penuh karisma dan kokoh. “Tampilan ini, juga karena didukung pemakaian cakram lebar bundar ukuran 320 mm,” kata Johny.



Nah, itu pancaran kutub elegannya. Lain lagi dengan kutub sporty yang penuh nuansa kecepatan. Hal ini tercermin dari pengaplikasian cover bodi bermotif karbon. “Bukan sembarang motif, itu corak paling baru. Desain lebih kecil-kecil. Jadi nggak pasaran tuh,” bangga pria berkacamata ini.

Enggak cuma itu! Kesan sporty juga dipancarkan dari desain batok lampu depan. Oleh Johny, batok depan standar diganti milik Suzuki Arashi 125. Hasilnya, selain sporty juga futuristik kan.


Iya sih, tapi kemana lampu utamanya tuh? Yup, itu konsekuensi yang harus dibayar. Karena terbatas waktu buat ikut contezt, jadi nggak sempat mengadakannya. “Tapi dengan begini, malah lebih terlihat futuristik. Lagipula, motor ini juga buat contezt aja kan, bukan untuk harian,” kata pria ramah ini.

Selain lampu, masih ada kesan sport lainnya. Yaitu, pengaplikasian knalpot dobel. Tapi lucunya, meski pakai dua saluran buang, hanya satu knalpot yang dilengkapi silincer. Sedang satunya lagi tidak. Menurut Johny, ide ini diambil dari kuda besi pacuan MotoGP.

Ide muluk. Tapi sayang, ketika contezt modif Suzuki Spin 125 di Bali beberapa waktu lalu, skubek ini hanya menyabet posisi dua di kelas Fashion. Meski begitu, nggak ada salahnya meniru gaya modif yang disodorkan? Apalagi terbukti dua kutub jadi satu?

BUKAN TABUNG SOK

Ada satu tampilan yang mencuri perhatian. Yaitu, peletakan tabung di tengah dek pengendara. “Oh, itu tabung variasi. Tapi bukan sekadar variasi,” ujar pemilik modifikator penyandang gelar bolt-on ini.
    
Nah, itu dia. Awalnya, dikira kalau itu tabung buat reservoir yang berasal dari sokbreker belakang. Tapi nyatanya bukan. “Tabung itu berfungsi sebagai pendingin atau macam slang hawa,” katanya. Nah, jalur tabung hawa itu berasal dari rumah CVT.

 

Data modifikasi

Ban depan-belakang

Race Tech 80/80-17

Pelek depan

EVO 1,60X17

Pelek belakang

EVO 1,85X17

Cakram depan 

Cyber Woks

Cakram belakang

Brembo

Sok depan 

WP Suspension

Sok belakang

WP Suspension

Batok lampu 

Suzuki Arashi 125


Posted at 02:25 pm by royaje
Comments (21)  

Tuesday, October 10, 2006
Suzuki Raider 150 2004 (Tangerang) Angkat Ground Clearence

Pas en nyambung sama MOTOR Plus yang juga getol main mojang alias motor jangkung. Kakak-adik Helmy Kurnia Ramadhan dan Fauzy Kesuma Nugrahamalah sodorkan konsep supermoto.



Berbasis Raider 150 yang kalau di Indonesia pakai nama Satria FU 150 atau F-150. Katanya harus angkat ground clearance untuk memenuhi syarat trail khusus aspal itu. Sebab kalau tinggi masih standar bukan supermoto namanya. Iya, iya...



 Warga Komplek Banjar Wijaya, Taman Italy, Cipondoh, Tangerang itu menggandeng Misyanto Pribadi alias Amore. Dia orang bos HRC Loaxan Cheethos dari Jl. H. Mencong, Cileduk, Tangerang.



Untuk mengejar tampilan supermotor, sokbreker depan perlu diganti. Comot bekas limbah Suzuki GSX250. Harus tambah ketinggian batang sokbreker. "Karena panjang sok GSX250 ini berkarakter sport, otomatis lebih pendek," jelas Amore yang mungil itu.



Hitung-hitung harus ditambah sekitar 20 cm biar ketinggan bagian depan sesuai keinginan. "Harus bikin ganjalan dari besi supaya sesuai diameter sok. Ujung bawah besi pengganjal dibikin seperti ulir baut hingga bisa sekaligus jadi tutup oli atas sokbreker," kata lelaki yang juga tracker tapi gaya doang.



Paling berani saat harus atur ulang ketinggian rangka belakang. Sudut sambungan rangka tengah dirombak. Diangkat lebih tinggi. Pengerjaan ini harus berhati-hati. Sebelum memotong sambungan bodi tengan-bawah, mesti tentukan sejauh mana rangka digeser.

"Triknya, gunakan besi penguat rangka atas sebagai patokan. Batang penguat ini jadi bantuan saat kita akan  menggeser posisi rangka belakang," tunjuk modifikator yang banyak rombak CB100.

Keuntungannya mengangkat bodi belakang tidak perlu potong ujung belakang rangka. "Hanya perlu bikin breket untuk sepatbor," tutup Amore yang katanya pengin bikin drag bike trail.

Berani gitu.

Lengan Ayun Anti Meleyot

Selain bikin penguat di rangka tengah rangka, Amore juga pasang besi bulat melingkar di lengan ayun. "Fungsinya menjaga lengan ayun agar tidak mudah meleyot alias melengkung."
    
Ditentukan tiga titik untuk pengelasan. Dua sejajar dengan as roda. Dan satu lagi ada di tengah jembatan lengan ayun.     

 

Knalpot Jadi Perhatian

Tradisi Amore selain perbaiki tampilan bodi oke, mesin pun mesin jadi perhatian. Terutama saat menentukan panjang knalpot. Untuk yang ini Amore kerja bareng dengan Misjaya, bos knalpot SKR yang sekarang banyak order.

Biar mesin tidak kehabisan nafas, dalaman silencermesti diatur lebih teliti. "Hasilnya, ketemu tiga sekat di dalam silencerdengan panjang 30 cm," jelas Misjaya yang punya rambut gimbal.

 

DATA MODIFIKASI

Ban depan

Dunlop 2,15X17

Ban belakang

Dunlop 2,15X18

Lampu belakang

Honda Grand

Bodi set

Handmade By Amore

Sepatbor depan

Suzuki TS125

 

Sumber : Motor Plus Online


Posted at 06:23 pm by royaje
Comments (12)  

Tuesday, July 25, 2006
Suzuki Smash 2004 (Jakarta) Ganda Seperti Tamara

Kabar kepribadian ganda yang diisukan pada Tamara Bleszynky, tampaknya dialami Smash milik Alex Setiawan. Cuma bedanya, motor warga Jl. Pejompongan Raya, Jakarta Pusat ini tidak cerita soal hati. Namun memiliki dua cover bodi. Keduanya berkelir beda dan memiliki maksud lain dan siap beraksi.

 

 

Contoh cover bodi yang sekarang dipakai. Merah darah dipercantik grafis triball hitam-putih dan abu-abu di sekujur bodi. Lantas pada bagian tebeng depan dan ujung buritan kanan-kiri. Teknik pengecatan ala marble coba menyesuaikan.

 

 

“Asal tahu aja, ini bukan untuk konsumsi harian. Tapi buat kuncian kalau ada contezt modifikasi. Wajar kalau motor ini kerap bikin pusing teman yang lihat,” beber Alex alias Koex yang menyerahkan seluruh konsep ke Olan, modifikator dari Jakarta Coast Costum (JCC) di Jl. Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

 

Lain lagi kalau mau gaul ke tempat tongkrongan atau kantor. Cover bodi satunya siap beraksi, meski desain yang dianut sama-sama grafis triball. “Hanya saja punya corak lebih ramai dan berkelir terang. Ini yang membedakan maknanya,” lanjut Koex yang mengaku konsep grafisnya tiru salah satu helm trail garapan Troy Lee Design.

 

Makanya dengan memiliki dua wajah ini harus rela bongkar-pasang cover bodi sendiri. “Untungnya buka baut dan copot tiap sambungan sudah hafal. Jadi nggak bikin pusing,” pasti Koex.

 

DATA MODIFIKASI

Sok depan

: Koso

Kaliper

: Suzuki Satria

Cakram

: Laser

Lampu belakang

: Shogun 125

Behel

: Shogun 125

 


Posted at 04:04 pm by royaje
Comments (3)  

Suzuki Shogun 1997 (Yogjakarta) Bebek Streetfighter

Ini dia peraih podium satu kelas Ekstreme Modification Contezt MOTOR Plus. Minggu lalu di Auditorium UPN Veteran, dimenangkan Suzuki Shogun karya Allan Filly. Doski modifikator dari Jl. Mentri Supeno, Gg. Dewi Sartika, UH VI/1206A, Pekalrejo, Yogyakarta .

Dipersembahkan khusus buat kontes modif gelaran MOTOR Plus. Konsepnya bikin bebek moge yang berbau street fighter. Tidak menyisakan sayap kiri-kanan, ibarat motor sport tidak pakai fairing. Seluruh komponen bodi lama dilengser.

 



Dimulai dari ubahan di sektor kaki-kaki yang jadi penentu bebek tampak kekar. Suspensi depan up-side down turun 5 cm, dipadu setang jepit almu bawaan Yamaha TZR 125. Kesan garang mencuat dengan swing-arm belakang lebih panjang karya Allan. Empuk diredam monosok Ohlins gas orsi comotan Yamaha R6.

 

Tongkrongan bebek moge lebih kentara dengan pemasangan tangki kapasitas 8 liter dari serat karbon di center bone. "Banyak kelebihan, lebih tahan benturan dan tidak menghasilkan uap air," jelas lelaki kelahiran Ambon manise 30 tahun lalu ini.



Tampang depan garang serasi didukung tampilan di buritan. Berbahan fibreglass, tatakan pantat dibuat model bertingkat. "Sekilas seperti moncong hiu pemangsa," imbuh ayah 1 putri ini.



Kenyamanan dan keamanan jadi fokus utama. Peranti ciet, ora main-main. Di depan nongkrong master rem Nissin lungsuran Suzy GSX400, plus kaliper Brembo mencengkram kuat cakram 34 inci bawaan Yamaha TZR250. Makin dahsyat rem cakram belakang mengandalkan kaliper Nissin dari TZ250 dan master rem Nissin bawaan GSX250.

 

C-PI

 

MESIN RAJA JALANAN

Bebek moge tentu lebih berat. Dipadu perfoma dapur pacu yang maksimal. Menjamin kerapatan kompresi, klep diskir ulang. "Apalagi saluran intake dan exhaust dibuat licin. Diampelas plus digosok batu ijo," jelas Allan yang berambut rada gondrong.

Karbu direamer agar suplai bahan bakar makin lancar. Campuran bensin-udara dipantik api besar. Koil dari Honda NSR250 disalurkan kabel busi Max Speed. Duar…

Gas sisa pembakaran dibuang knalpot milik Honda CBR400. Putaran mesin gampang dikontrol melalui takometer Auto Gauge di panel instrumen. "Kencang bukan jadi tujuan ubahan mesin ini, tapi lebih terfokus ke peningkatan perfoma," ungkap alumni UII (Universitas Islam Indonesia) jebolan 1997.


Posted at 03:26 pm by royaje
Comments (53)  

Monday, July 10, 2006
Suzuki A100 1995 (Pandeglang) Kuntet, Tapi Bukan Ceper

Biasanya motor dibikin jangkung, pasti mengarah trail. Atau dibuat ceper, kaki depan-belakang dibuat kuntet. Beda dengan Suzi A100 punya tim Raheut Sadewa (RSDW), menggabungkan keduanya. Kuntet namun pencakar tanah. "Cuma dipakai keliling paddock-sirkuit," ujar Galang Setia Nugraha, grasstracker 11 tahun dari Pandeglang, Banten.

Modifikasinya terbilang ekstrem dengan pemangkasan sasis. Tengok aja buritan. Rangka di bawah jok dibabat. Tapi, enggak dibikin habis. Disisakan sekitar 70 cm buat jok. "Pas buat ukuran saya," ujar Galang.

 



Sasis di bawah jok dipangkas, bertolak belakang dengan kaki-kaki depan. Model dibikin rake rada centang. Memanfaatkan sokbreker Hokaido Flash. Murah-meriah namun hasilnya lumayan. Supaya pas, dirancang ulang as-sokbreker. "Kebenaran, kan Flash ayam jago. Jadi, segitiganya juga pakai Flash," ungkap Nacep Ucu Sukirman, manajer RSDW.

Paling aman kaki-kaki belakang. Dengan mengaplikasi sok Micky, derajat sokbreker dibuat rada miring. Berarti wajib bikin pegangan sok baru. "Kalau enggak begitu, enggak ada tempat lagi buat braket," jelas Nacep.

Tenaga mesin gede, bodi kuntet, bisa enggak dijajal turun di SE 80 cc?

 

SERAGAM SD

Sedikit informasi. Galang Setia Nugraha yang doyan makai Suzi A100 dari tim grasstrack Raheut Sadewa (RSDW), Pandeglang, terhitung muda. Masih pakai seragam SD. Tapi, soal nyali jangan ragu. Di gelaran cakar tanah maunya turun di bebek modifikasi ataupun FFA.

Ini pun ditunjang kuda besi Yamaha F1Z-R full komponen kompetisi. "Turun pakai standar enggak enak. Larinya enggak kencang," bilang Galang yang duduk di bangku kelas 5, SD Citereup Raya, Pandeglang. "Tahun depan dikasih SE 80 cc," sambut Njat Sudrajat, ortu Galang.

 


Posted at 02:47 pm by royaje
Make a comment  

Suzuki Raider 2003 (Jakarta) Kukuruyuk di Kemon 3

Suzuki Raider full modif karya Budi Udin Fakkar, kukuruyuk di Kemon 3. Wah....juara 1 bebek extreme, mek. "Konsepnya, bikin bebek kekar dan bertenaga," sodor Beny Rustam, doski pemilik Raider dari Jl. Hayam Wuruk, No. 32P, Jakarta Pusat.

 

 

Beny yang asli wong Cerbon tidak mau meniru yang sudah ada. Semua karya baru dan gress dari Budi, bos Jatayu Motor Sport di Jl. Tubagus Angke, Komplek THI, Blok Q/29, Jakarta Utara.

 

 

Tengok saja kaki belakang. Tinggal sebelah, jack. Aplikasi pro-arm dari NSR-150SP. Agar klop, kaki belakang wajib full NSR-150SP. Termasuk cakramnya. "Pemasangan tidak ribet. Kan rangka Raider sudah deltabox," argumen Budi yang berbodi tambun itu.

 

 

Pro-arm NSR150-SP rada lebar. Terpaksa rangka dalam kiri-kanan dudukan swing-arm diperlebar. Termasuk pemasangan monosok, wajib dibenahi ulang. Meskipun yang aslinya sudah satu sok, namun beda konstruksi. Sok Raider rada mendem, sedang NSR150-SP di atas lengan.

 

 

Mengakali pemasangan monosok, boks filter dibuang. Di atas kotak udara dibuatkan dudukan sok. Untuk pegangan bawah, dibuat di atas swing-arm NSR150-SP.

 

 

Dilanjut kaki depan ikut diperkekar. Dipasang upside-down dari Cagiva Mito 125. Pasti kuat, diameter tabungnya 40 mm. Termasuk segitiga atas bawah dari Mito. As komstir dibikin baru, terbuat dari stainless steel yang dibubut ulang. Meniru poros dari asli kepunyaan Raider.

 

Jadi kendala ketika penyambungan as komstir stainless dan segitiga bawah aluminium. Tidak bisa dilas. Solusinya disambung menggunakan baut L dari bawah. Dipilih baut yang rada gede, diameternya berukuran 10 mm. Lumayan kuat.

 

 

TANGKI DI SAMPING

 

Sodoran inovasi bisa ditengok dari tutup tangki bensin. Tidak terletak di bawah jok seperti pada umumnya bebek. Agar tidak ribet, dibuatkan lubang pengisian bensin dari samping bodi. Juga dibuat penghubung yang menuju ke tangki.

Ketika mengisi bensin, motor wajib dimiringkan. Dijamin tidak bakar bocor. "Sebab tutup tangki lumayan rapat. Dipilih dari kepunyaan Kawasaki Ninja," argumen Budi yang senang bercelana pendek itu.

 

 

SPIDO APRILIA

 

Dipilih spidometer Aprilia RS125 yang rada canggih. Dilengkapi data digital tentang catatan lap. Namun berisiko tanpa indikator pengukur bahan bakar. Hanya lampu led saja sebagai patokan bensin sudah habis. Lampu ini fungsinya diubah buat indikator sein.

Indikator bensin dibuat baru. Dipasang di atas underbone. Lebih tepat di bawah selangkangan. Apaan tuh?

 

 

MESIN FXR150

 

Basis Suzuki Raider 125 dan FXR-150 sama saja. Stroke atau panjang langkah piston sama saja, 48,8 mm. Sesuai konsep awal, bikin bebek kekar dan bertenaga. Caranya dengan mendongkrak kapasitas Raider, tinggal mengganti blok dan seher dengan kepunyaan FXR150. Tinggal setting ulang karbu.

 

DATA MODIFIKASI

 

Pelek depan

: NSR150-SP 3,00x17

 

Pelek depan

: NSR150-SP 2,15x17

 

Ban depan

: Dunlop 90/80x17

 

Ban belakang

: Dunlop 120/60x17

 

Footstep

: Yoshimura

 

Kick starter

: Tiger

 

Footstep belakang

: NSR150-SP

 

Filter udara

: K&N

 

Gas spontan

: Tomaseli

 

Kaliper depan-belakang

: Brembo 4 piston

 

Slang rem

: Godridge

 


Posted at 02:37 pm by royaje
Make a comment  

Suzuki RK-Cool 2002 (Jakarta) Ayam Jago Street Fighter

Ujug-ujug, Imam Solichin punya ajag tapi kepingin niru sport street fighter. Dimunculkan lewat kesan kaki-kaki berotot. Budi Udin Fakkar, punggawa Jatayu Motorsport di Komp. Taman Harapan Indah, Jakarta Barat kebagian order. Hasilnya juara 3 bebek extreme di Kontes Modifikasi Kemon 3.

 

 

RK-Cool warga Jl. Mampang Prapatan XV, Jakarta Selatan itu dibedah. Tukar guling kaki depan RK-Cool dengan upside-down Aprilia RS-125 lengkap dengan segitiga plus setang setir. Cara penggantian as komstir sama persis dengan modif cover edisi ini. Kan dibuat Budi juga.

 

 

Kaki depan didukung spidometer digital Koso yang terpasang di dudukan berbahan karbon asli. Biar semua kelihatan gres, media utama asepdon dipoles ulang. Kesan Aprilia begitu kental dengan pemasangan sepatbor depan orsi yang dipesan khusus dari pabrikan.

 

 

"Imam bela-belain pakai barang orsi. Maklum, doi termasuk orang yang perfectsionis," puji modifikator berbadan subur yang juga mencampur piranti ciet depan berlogo Brembo 4 piston.

 

 

Lihat ke sektor belakang, Budi membuat sangar RK-Cool lewat pro-arm plus monosok NSR-SP. Hanya, proses pemasangan arm tunggal ini lumayan bikin kepala pusing 7 keliling. "Mesti ekstra presisi. Keluar jalur sedikit, sudah nggak bisa dipasang," jelas Budi.

 

DATA MODIFIKASI

Upside-down

: Aprilia RS125

Pelek depan-belakang

: NSR SP 2,15/17 dan 3,00/17

Ban depan

: Dunlop 90/80x17

Ban belakang

: Bridgestone 120/60x17

Sepatbor depan

: Aprilia RS125

Spidometer

: Koso digital

Kaliper

: Brembo

Slang rem

: Godridge

Footstep belakang

: VSR400

Knalpot

: Acerbis

Stabilizer

: HyperPro 24 tingkat

Handgrip

: Harris Performance


Posted at 02:27 pm by royaje
Comments (4)  

Suzuki Smash 2002 (Jakarta) Datang, Lihat, Menang

Vini vidi vici alias datang, lihat, menang. Semboyan ini jadi spirit bro Andreas Stefanus Wenas pada Modification Contezt Kemon 3 lalu. Pantas saja juara satu kelas bebek standar ceper. "Bukan gertakan sambal nih, ini kontes wahid seantero nusantara, lho!" bangga warga Jl. Flat Pulomas, BL 28/303 RT 11/16, Jakarta Utara ini.

 

 

Kelas bebek standar ceper jadi target incarannya. Tak sekadar ceper, tapi harmonisasi modifikasi jadi patokan awal. "Sejak awal saya lebih sepakat dengan regulasi seperti ini," tegasnya. Bikin ceper dilanjut harmonisasi modifikasi dengan tampilan cilong.

 

 

Paling penting cara Andreas bikin ceper. Meski mencium bumi, namun diupayakan suspensi tetap berfungsi. Ambil contoh penerapan sokbreker belakang punya Yamaha F1Z-R. Lumayan menunjang aksi merayap, kan sok Smash hampir dua kali lebih panjang dari Fis er.

 

 

Kaki depan dibonsai cukup dengan menurunkan pegangan segitiga dilebihkan sedikit, enggak sampai mentok tabung sok. "Juga diikuti aksi potong ulir per dalam tabung sok," ungkap Andreas.

 

 

Tahap akhir, mainan brush kudu cakep. Brusher Teguh, punggawa Teguh Airbrush di kawasan Percetakan Negara, Jakarta Timur mengemban tugas. "Temanya Dragon Space Devil dengan tokoh D'Claw," imbuhnya lagi.

 

 

DATA MODIFIKASI

Ban depan

: Sixxis 2,00x17

Ban belakang

: Sixxis 2,25x17

Jari-jari

: variasi ulir

Sokbreker belakang

: F1Z-R

Knalpot

: Option

 


Posted at 02:12 pm by royaje
Comments (3)  

Next Page