<< April 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30



Untuk Bro-Bro yang pengen liat postingan sebelumnya silahkan klik tanggal yang berada di kalender kiri atas.


















If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Monday, July 10, 2006
Suzuki A100 1995 (Pandeglang) Kuntet, Tapi Bukan Ceper

Biasanya motor dibikin jangkung, pasti mengarah trail. Atau dibuat ceper, kaki depan-belakang dibuat kuntet. Beda dengan Suzi A100 punya tim Raheut Sadewa (RSDW), menggabungkan keduanya. Kuntet namun pencakar tanah. "Cuma dipakai keliling paddock-sirkuit," ujar Galang Setia Nugraha, grasstracker 11 tahun dari Pandeglang, Banten.

Modifikasinya terbilang ekstrem dengan pemangkasan sasis. Tengok aja buritan. Rangka di bawah jok dibabat. Tapi, enggak dibikin habis. Disisakan sekitar 70 cm buat jok. "Pas buat ukuran saya," ujar Galang.

 



Sasis di bawah jok dipangkas, bertolak belakang dengan kaki-kaki depan. Model dibikin rake rada centang. Memanfaatkan sokbreker Hokaido Flash. Murah-meriah namun hasilnya lumayan. Supaya pas, dirancang ulang as-sokbreker. "Kebenaran, kan Flash ayam jago. Jadi, segitiganya juga pakai Flash," ungkap Nacep Ucu Sukirman, manajer RSDW.

Paling aman kaki-kaki belakang. Dengan mengaplikasi sok Micky, derajat sokbreker dibuat rada miring. Berarti wajib bikin pegangan sok baru. "Kalau enggak begitu, enggak ada tempat lagi buat braket," jelas Nacep.

Tenaga mesin gede, bodi kuntet, bisa enggak dijajal turun di SE 80 cc?

 

SERAGAM SD

Sedikit informasi. Galang Setia Nugraha yang doyan makai Suzi A100 dari tim grasstrack Raheut Sadewa (RSDW), Pandeglang, terhitung muda. Masih pakai seragam SD. Tapi, soal nyali jangan ragu. Di gelaran cakar tanah maunya turun di bebek modifikasi ataupun FFA.

Ini pun ditunjang kuda besi Yamaha F1Z-R full komponen kompetisi. "Turun pakai standar enggak enak. Larinya enggak kencang," bilang Galang yang duduk di bangku kelas 5, SD Citereup Raya, Pandeglang. "Tahun depan dikasih SE 80 cc," sambut Njat Sudrajat, ortu Galang.

 


Posted at 02:47 pm by royaje
Make a comment  

Suzuki Raider 2003 (Jakarta) Kukuruyuk di Kemon 3

Suzuki Raider full modif karya Budi Udin Fakkar, kukuruyuk di Kemon 3. Wah....juara 1 bebek extreme, mek. "Konsepnya, bikin bebek kekar dan bertenaga," sodor Beny Rustam, doski pemilik Raider dari Jl. Hayam Wuruk, No. 32P, Jakarta Pusat.

 

 

Beny yang asli wong Cerbon tidak mau meniru yang sudah ada. Semua karya baru dan gress dari Budi, bos Jatayu Motor Sport di Jl. Tubagus Angke, Komplek THI, Blok Q/29, Jakarta Utara.

 

 

Tengok saja kaki belakang. Tinggal sebelah, jack. Aplikasi pro-arm dari NSR-150SP. Agar klop, kaki belakang wajib full NSR-150SP. Termasuk cakramnya. "Pemasangan tidak ribet. Kan rangka Raider sudah deltabox," argumen Budi yang berbodi tambun itu.

 

 

Pro-arm NSR150-SP rada lebar. Terpaksa rangka dalam kiri-kanan dudukan swing-arm diperlebar. Termasuk pemasangan monosok, wajib dibenahi ulang. Meskipun yang aslinya sudah satu sok, namun beda konstruksi. Sok Raider rada mendem, sedang NSR150-SP di atas lengan.

 

 

Mengakali pemasangan monosok, boks filter dibuang. Di atas kotak udara dibuatkan dudukan sok. Untuk pegangan bawah, dibuat di atas swing-arm NSR150-SP.

 

 

Dilanjut kaki depan ikut diperkekar. Dipasang upside-down dari Cagiva Mito 125. Pasti kuat, diameter tabungnya 40 mm. Termasuk segitiga atas bawah dari Mito. As komstir dibikin baru, terbuat dari stainless steel yang dibubut ulang. Meniru poros dari asli kepunyaan Raider.

 

Jadi kendala ketika penyambungan as komstir stainless dan segitiga bawah aluminium. Tidak bisa dilas. Solusinya disambung menggunakan baut L dari bawah. Dipilih baut yang rada gede, diameternya berukuran 10 mm. Lumayan kuat.

 

 

TANGKI DI SAMPING

 

Sodoran inovasi bisa ditengok dari tutup tangki bensin. Tidak terletak di bawah jok seperti pada umumnya bebek. Agar tidak ribet, dibuatkan lubang pengisian bensin dari samping bodi. Juga dibuat penghubung yang menuju ke tangki.

Ketika mengisi bensin, motor wajib dimiringkan. Dijamin tidak bakar bocor. "Sebab tutup tangki lumayan rapat. Dipilih dari kepunyaan Kawasaki Ninja," argumen Budi yang senang bercelana pendek itu.

 

 

SPIDO APRILIA

 

Dipilih spidometer Aprilia RS125 yang rada canggih. Dilengkapi data digital tentang catatan lap. Namun berisiko tanpa indikator pengukur bahan bakar. Hanya lampu led saja sebagai patokan bensin sudah habis. Lampu ini fungsinya diubah buat indikator sein.

Indikator bensin dibuat baru. Dipasang di atas underbone. Lebih tepat di bawah selangkangan. Apaan tuh?

 

 

MESIN FXR150

 

Basis Suzuki Raider 125 dan FXR-150 sama saja. Stroke atau panjang langkah piston sama saja, 48,8 mm. Sesuai konsep awal, bikin bebek kekar dan bertenaga. Caranya dengan mendongkrak kapasitas Raider, tinggal mengganti blok dan seher dengan kepunyaan FXR150. Tinggal setting ulang karbu.

 

DATA MODIFIKASI

 

Pelek depan

: NSR150-SP 3,00x17

 

Pelek depan

: NSR150-SP 2,15x17

 

Ban depan

: Dunlop 90/80x17

 

Ban belakang

: Dunlop 120/60x17

 

Footstep

: Yoshimura

 

Kick starter

: Tiger

 

Footstep belakang

: NSR150-SP

 

Filter udara

: K&N

 

Gas spontan

: Tomaseli

 

Kaliper depan-belakang

: Brembo 4 piston

 

Slang rem

: Godridge

 


Posted at 02:37 pm by royaje
Make a comment  

Suzuki RK-Cool 2002 (Jakarta) Ayam Jago Street Fighter

Ujug-ujug, Imam Solichin punya ajag tapi kepingin niru sport street fighter. Dimunculkan lewat kesan kaki-kaki berotot. Budi Udin Fakkar, punggawa Jatayu Motorsport di Komp. Taman Harapan Indah, Jakarta Barat kebagian order. Hasilnya juara 3 bebek extreme di Kontes Modifikasi Kemon 3.

 

 

RK-Cool warga Jl. Mampang Prapatan XV, Jakarta Selatan itu dibedah. Tukar guling kaki depan RK-Cool dengan upside-down Aprilia RS-125 lengkap dengan segitiga plus setang setir. Cara penggantian as komstir sama persis dengan modif cover edisi ini. Kan dibuat Budi juga.

 

 

Kaki depan didukung spidometer digital Koso yang terpasang di dudukan berbahan karbon asli. Biar semua kelihatan gres, media utama asepdon dipoles ulang. Kesan Aprilia begitu kental dengan pemasangan sepatbor depan orsi yang dipesan khusus dari pabrikan.

 

 

"Imam bela-belain pakai barang orsi. Maklum, doi termasuk orang yang perfectsionis," puji modifikator berbadan subur yang juga mencampur piranti ciet depan berlogo Brembo 4 piston.

 

 

Lihat ke sektor belakang, Budi membuat sangar RK-Cool lewat pro-arm plus monosok NSR-SP. Hanya, proses pemasangan arm tunggal ini lumayan bikin kepala pusing 7 keliling. "Mesti ekstra presisi. Keluar jalur sedikit, sudah nggak bisa dipasang," jelas Budi.

 

DATA MODIFIKASI

Upside-down

: Aprilia RS125

Pelek depan-belakang

: NSR SP 2,15/17 dan 3,00/17

Ban depan

: Dunlop 90/80x17

Ban belakang

: Bridgestone 120/60x17

Sepatbor depan

: Aprilia RS125

Spidometer

: Koso digital

Kaliper

: Brembo

Slang rem

: Godridge

Footstep belakang

: VSR400

Knalpot

: Acerbis

Stabilizer

: HyperPro 24 tingkat

Handgrip

: Harris Performance


Posted at 02:27 pm by royaje
Comments (4)  

Suzuki Smash 2002 (Jakarta) Datang, Lihat, Menang

Vini vidi vici alias datang, lihat, menang. Semboyan ini jadi spirit bro Andreas Stefanus Wenas pada Modification Contezt Kemon 3 lalu. Pantas saja juara satu kelas bebek standar ceper. "Bukan gertakan sambal nih, ini kontes wahid seantero nusantara, lho!" bangga warga Jl. Flat Pulomas, BL 28/303 RT 11/16, Jakarta Utara ini.

 

 

Kelas bebek standar ceper jadi target incarannya. Tak sekadar ceper, tapi harmonisasi modifikasi jadi patokan awal. "Sejak awal saya lebih sepakat dengan regulasi seperti ini," tegasnya. Bikin ceper dilanjut harmonisasi modifikasi dengan tampilan cilong.

 

 

Paling penting cara Andreas bikin ceper. Meski mencium bumi, namun diupayakan suspensi tetap berfungsi. Ambil contoh penerapan sokbreker belakang punya Yamaha F1Z-R. Lumayan menunjang aksi merayap, kan sok Smash hampir dua kali lebih panjang dari Fis er.

 

 

Kaki depan dibonsai cukup dengan menurunkan pegangan segitiga dilebihkan sedikit, enggak sampai mentok tabung sok. "Juga diikuti aksi potong ulir per dalam tabung sok," ungkap Andreas.

 

 

Tahap akhir, mainan brush kudu cakep. Brusher Teguh, punggawa Teguh Airbrush di kawasan Percetakan Negara, Jakarta Timur mengemban tugas. "Temanya Dragon Space Devil dengan tokoh D'Claw," imbuhnya lagi.

 

 

DATA MODIFIKASI

Ban depan

: Sixxis 2,00x17

Ban belakang

: Sixxis 2,25x17

Jari-jari

: variasi ulir

Sokbreker belakang

: F1Z-R

Knalpot

: Option

 


Posted at 02:12 pm by royaje
Comments (3)  

Suzuki New Shogun 2001 (Solo) Rombak Bodi (Lagi)

Ini kali ketiga Suzuki New Shogun milik Rudy Cahyadi Suteja mejeng di MOTOR Plus. Kalo nongkrong di rumah sih hampir tiap hari, maklum doi kuliah di Oztrali. Sekarang tampil resik dengan kelir putih. Mengingatkan Aprilia Extrema 125 Limited Edition, motor kencang yang sanggup memanjakan adrenalin penunggangnya.

 

 

Padahal pertama mejeng di MOTOR Plus 315/V halaman 12, berkelir merah dengan aksen jaring ala Spiderman. Juga comot kaki perkasa Aprilia RS125. Waktu itu Rudy alias Cece memang suka manusia laba-laba.

 

 

Karena bosen, tunggangan mahasiswa IT Multi Media Martin College Central University Queensland, Oztrali itu diganti seperti sekarang.  “Rudy gila Aprilia dan gampang bosan sama modif. Penginnya selalu gaya ngikut virus. Maklum kuliah di desain grafis,” celetuk Yanto Shaker. Dia ini bos Shaker Modified di Solo yang kebagian ngegarap.

 

 

Yang jelas bodi fiber itu dirancang ulang. “Lumayan dapat porsi banyak untuk berkreasi. Sebut aja gaya yang tetap Aprilia. Dia cuma kasih komando dari Oztrali. Yang penting jadinya harus sip,” papar modifikator yang buka rumod alias rumah modifikasi di Jl. Ir. Sutami, No. 54, Solo.

 

Jika ditelaah, perbedaan dengan versi dulu lumayan banyak, namun enggak nyasar di kaki. Maklum asepdon, swing-arm berikut monosok yang semua Aprilia RS125 masih sanggup buat mejeng.

 

Beda sama bodinya. Bentuknya lebih sporty yang mengesankan semplakan sport sejati. Ruang antara jok dan setang nampak padat dan enggak berbentuk U seperti dulu. Itu akibat panel bodi disusupi sasis tubular tambahan yang keliatan nongol, kinclong pula.

 

Tatap pula panel bodi samping kiri-kanan berikut spoiler meruncing. Lekukannya mirip panel Satria F-150. Tapi tetap beda, lihat aja bentuk kisi-kisi dan runcingnya panel bawah, diklaim lebih sporty dan futuristis.

 

Buritan meruncing disusupi lampu Honda CBR150. Konon ketika dikirimi foto motornya langsung ke Negeri Kangguru, Rudy merasa puas. Sayang kedok lampu masih model alien atau tetap seperti dulu. Coba diganti, pasti lebih sip.Gombak

 

Jalur bensin DIrancang ulang

Yang dirancang bukan tangki, namun cuma jalur bensin. Dulu jok bertingkat yang depan utuh. “Sekarang joknya rada irit. Soalnya ada punuk yang di dalamnya ada corong menuju tangki. Ini supaya bisa pakai tutup tangki Ninja dan memudahkan ketika isi bensin. Enggak perlu buka jok lagi,” bangga Yanto.

Enggak itu aja, bro. Punuk tangki yang nongol di antara selangkangan itu ngebikin kita serasa naik motor sport. Bukan begitu maksudnya.

 

DATA MODIFIKASI

Ban depan

: Metzeler 110/70-17

Ban belakang

: IRC 120/80-17

Sokbreker depan

: Aprilia RS125

Pelek

: NSR250

Spidometer

: Koso digital

Tutup tangki

: Ninja

Modifikator

: Yanto Shaker Modified 0813-2902-5063


Posted at 02:08 pm by royaje
Make a comment  

Suzuki Tornado 1995 (Jakarta) Syukur Kena Penyakit

Adit Bimbim kena virus. Penanggulangannya bukan ke rumah sakit. Apalagi kudu diisolasi macam penderita SARS. Pengobatannya harus dibawa ke rumah modifikasi.

 

 

He…he…he…, pas lihat cover dan artikel kinclong di Em-Plus, badan demam. Nggak ada cara lain mesti diobati. Sebab, makin lama makin parah,” papar biker from Pondek Gede, Bekasi ini.

 

 

Yang dituju galeri Big Modification asuhan Budi ‘Big’ Rahmanto. Tugas Big jelas. Ubah tampilan jadi kinclong dan resik. “Terserah gimana caranya. Pokoknya tuh motor sip dilihat,” papar Adit menirukan gaya agen 007 di pelem-pelem.

 

 

Langkah awal, Big meremajakan cat kusam. Ia perbaharui kelir merah ngejreng pada sayap, sepatbor depan-belakang, dan cover bodi belakang. “Sekalian juga blok mesin dicat merah. Kesannya jadi bersih,” bilang modifikator yang bermukim di bilangan Kemayoran, Jakarta Pusat ini.

 

Big dikenal gape memadukan warna agar kelihatan serasi. “Kelir merah paling sip kalau dipadu item. Makanya, cover bodi tengah berikut jok dikasih warna gelap. Kontras tapi nggak norak,” urai biker yang paling suka pake celana sedengkul ini.

 

Tampilan makin manis dengan proses kromisasi pada beberapa bagian. Sok depan, tuas rem depan, standar tengah, dudukan footstep belakang dan depan, behel belakang, dan lengan ayun dibikin cilong. “Motor tua jadi tampak baru dan elegan,” tutup suami Yudes ini.

 

Data modifikasi

Mesin

Korek standar

Pelek

TMT

Lampu depan

Suzuki Shogun

Ban

Excella 50/90-17 (depan)
60/80-17 (belakang)

Knalpot

BM Power

Sokbreker belakang

Miki


Posted at 02:04 pm by royaje
Comments (4)  

Suzuki Thunder 250 2000 (Jakarta) Bakso Urat Sapi!

Wiryadi bukan tukang bakso. Tapi mampu memasak Suzuki Thunder sampai berurat. Ya, seperti bakso urat sapi itu. Bisa begitu lantaran dia juga pengusaha sanggar fitnes Reganata. Jadi, bukan badan orang saja yang dibikin berurat. Semplakan juga dibuat berotot. 

 

 

Dia orang termasuk builder dan dukun sepul yang pernah diprofilkan Em-Plus. Katanya punya inspirasi dari atlet binaraga Ade Ray yang punya otot serta urat ruar biaza itu. Langsung saja Thunder 250 didaftar ikutan fitnes.

 

 

Brother dari Jl. Tubagus Angke, Jakarta Barat ini, nekat memperbesar urat semplakannya agar tampak lebih perkasa. Konsepnya meniru bodi gambot Cagiva Planet dengan tambahan aerodinamis pada tangki sampai bentuk jok. “Paling penting lagi performa dan kenyamanan,” sambung pria akrab dipanggil Aji itu sambil tersenyum.

 

 

Karena masih coba-coba, modifikator yang juga juragan AC ini. Sengaja mengkanibal Suzuki GSX400 dan 750, Honda CBR900, Ducati dan Cagiva Planet serta Mito. “Semua hasil berburu di loakan dan sesama rekan modifikator. Biaya total abis Rp 20 jeti,” jujur Aji lagi. 

 

Awalnya doi sendiri enggak tahu bakal jadi apa tuh motor. Beruntung barang yang dipilih sesuai dengan sasis standar Thunder 250. “Deltabox, cover bodi dan tangki kebetulan cocok, jadi enggak perlu banyak ubahan,” rinci bos bengkel Fajar Makmur ini.

 

Untuk menambah kesan futuristik dan dinamis, dia pakai pelindung cover deltabox Kawasaki Ninja RR. Juga cover tangki motif karbon bikinan Seven Motor Sport (SMS).  

 

Agar mampu menunjang bodi yang diaplikasi dari limbah moge, kaki-kaki lebar jadi pilihan yang enggak bisa ditawar. Kurang mumpuni, pelek belakang bawaan Cagiva Planet diganti pake punya Ducati. “Lebar tapak Planet 4 inci, lebih mantaf punya Ducati yang 5,5 inci,” ucapnya.

 

Untuk lingkar roda depan, doi mengaku cukup pas dengan aplikasi kepunyaaan Suzuki GSX750. “Biar seimbang, pelek depan pake ukuran 3,5 inci,” papar Aji.  

 

Soal ajrutan, katanya lumayan oakley untuk meredam lintasan kribo. Sok depan bergaya upside down dari copotan Honda CBR900. Sedang belakang mengandalkan monosok copotan Cagiva Mito.

 

Bicara tentang lengan ayun, modifikator yang sering disambangi brother dari Jakarta Thunder Club (JTC) ini punya pilihan sendiri. Pake limpahan Suzuki GSX400 demi penghematan. “Sebab adanya cuma itu, kalo pake arm Mito mahal. Terlanjur sayang,” kekeh Aji.

 

Sampai sini, timbul masalah yang membuat Aji mengelus kacamata minusnya. Lengan ayun agak panjang menghalangi posisi mesin. “Swing-arm dicoak sedikit, untuk dudukan mesin dan tambah pelat aluminium buat link unitrack,” ujar Aji yang juga gabung di JTC. Dagu

 

BIKIN ENGINE MOUNTING

Giliran rangka, untuk meredam getaran dibuat pengikat untuk blok mesin. Disebut engine mounting dari braket 10 mm yang diikat di tengah rangka sebagai penampang. Ditambah dua bushing 10 cm untuk kedua sisinya.

Terakhir, jeroan mesin. Doi mengaku sudah memporting dan memperbesar saluran intake, agar campuran bensin dan udara lebih lancar. Tetapi Aji tidak mengerti soal ukuran persis setingan itu, karena pengerjaan dilimpahkan pada bengkel lain.


Posted at 01:56 pm by royaje
Comments (3)  

Suzuki Satria 2001 (Surabaya) Show-Bike Only

Salut! Suzy Ria ini jawara 2 kelas ayam jago airbrush dan juara 3 ajag kinclong di MOTOR Plus Modification Contezt, Yogjakarta (21/9) lalu. Pemiliknya Boediono Herlambang, bos Prima Motor di Jl. Raya Arjuno, No. 141, Surabaya.

 

 

"Diciptakan khusus show bike. Bukan untuk jalanan," jelas distributor barang-barang Posh di Jawa Timur ini. Pantas saja, seluruh pernak-pernik bebek lansiran 2001 full variasi tukang pos eh…, Posh.

 

 

Sikil panjang alias ayam berkokok terkesan jantan. Pada umumnya, pemodif mengaplikasi sok depan Yamaha RX-King. Boediono malah menggunakan Kawasaki Ninja. Ada alasannya. Diameter tabung Ninja lebih besar 3 mm dibanding King yang berdiameter 30 mm. Tentu lebih kokoh.

 

 

"Komponen pendukung lainnya seperti segitiga komstir dan as ngambil kepunyaan Ninja. Lebih mudah pemasangannya," urai suami Monica Ferera itu. Tentu yang menyesuaikan poros komstir Ninja. Diatur di tukang bubur, eh bubut.

 

 

Kesan kekar di depan tampak pada pemasangan lampu bikinan Thai. Kedok lampu mirip Honda Nova Dash, sedang dua bola lampu mirip Honda NSR150-RR. "Tapi, sejak dari Jogja sudah diganti lebih ekstrem. Tampangnya lebih mirip alien, seperti Tiger merah Allan Filly, modifikator Jogja," jelas Boediono.

Tak heran, motor ini mejeng di galeri miliknya. "He…he…he…, display untuk menarik minat konsumen," papar biker berumur 42 tahun ini.

 

FULL VARIASI POSH

Sebagai juragan pedagang variasi Posh, nggak acik motor minus variasi in. Baut-baut, setang jepit, oli cooler, tabung YEIS, gas spontan, cakram belakang, tuas rem, dan injakan boncenger pakai Posh.

"Sebenarnya, lengan ayun juga pengin dari Posh. Tapi, ubahannya rada sulit," aku Boediono. Terutama dalam meluruskan posisi roda. "Daripada bermasalah, lebih baik pakai estede saja," urai biker ramah ini.

 

BERANI MEMAINKAN WARNA

Dari tampangnya, kekuatan motor ini pada keberanian memainkan warna. Biru anodized Posh selaras dengan silver krom-kroman di beberapa komponen. Seperti lengan ayun, knalpot, foot-step belakang, bongkahan mesin, teromol dan batang sok. Demikian juga pelek two-tone warna senada. Cukup harmonis.

Nah, keberaniannya terletak pada airbrush yang memadukan warna ungu, kuning dan biru muda. Secara keseluruhan, warna yang ditampilkan sangat ramai bin ngejreng. "Warna seperti ini bikin awet muda. Jiwa bergairah," jelas bapak 3 anak ini.

 

DATA MODIFIKASI

Ban depan-belakang

: Excella 50/90-17

Pelek

: Argon 1,40-17

Teromol depan

: Kawasaki Ninja

Tutup mesin

: Honda Sonic

Knalpot

: HRC

Kaliper depan

: limbah moge

Takometer

: Auto Kit 7 warna

Footstep

: underbone Yoshimura

Tema airbrush

: Tribal, sisik ular

Airbrusher

: Heri Coll, Kriyan, Surabaya


Posted at 01:45 pm by royaje
Make a comment  

Tuesday, July 04, 2006
Suzuki RGR150 1997 (Bukittinggi) Gado-gado Minang

Onde mande, salut buat modifikator di Bukittinggi. Tanpa diduga kota wisata itu berhasil memodifikasi motor dengan hasil mengagumkan. Suzuki RGR150 yang tergolong uzur dibuat menjelma layaknya Yamaha R6 terbaru. Komponen dari Honda ikut terlibat. Layaknya gado-gado, semua tercampur dengan porsi serasi dan seimbang.


    
“Saya suka bodi Yamaha yang runcing, sedang RGR150 ini motor kenangan. Mulai dari masa pacaran sampai anak tiga sekarang,” kata Zuhelki sang pemilik motor. Bahkan dia juga rajin mengumpulkan die cast moge Yamaha, wajar doi jadi tergila-gila pada motor besar garpu tala.


    
“Bagian paling sulit saat menggabungkan antar fairing,” kata Riki, panggilannya lebih lanjut. Wajar saja untuk fairing bawah dia menggunakan Yamaha R1 sedang atas R6. “Jadi, ada perubahan pada siku pertemuan fairing tadi,” jelasnya.


    
Modifikasi pada rangka tentunya menjadi unsur vital. Maklum, rangka RGR150 yang kecil menjadi enggak pantas kalau harus pakai baju moge. “Karena itu kita buat deltabox dari bahan fiberglass. “Fiber berfungsi melapisi rangka standar,” lanjut pedagang di kawasan Pasar Atas, Bukittingi ini.
    
Ubahan deltabox itu untuk menyesuaikan dengan pemilihan tangki dari CBR400 yang cukup besar. Untuk mendapatkan barang-barang ini adalah sesuatu hal yang sulit untuk Bukittinggi. Karena itu ia menyempatkan berburu di beberapa tempat di Jakarta. Namun pengerjaannya diserahkan ke modifikator lokal dengan dibantu pemikiran Riki sendiri. Waktu penyelesaian yang 6 bulan terasa terbayar tunai dengan hasil memuaskan
    

Rancak bana
, Bro!

Pelat 10 mm

Menyatukan swing-arm CBR400 dengan rangka RGR150 masalah lumayan serius. “Saya suka ukuran rangka CBR400, panjangnya pas,” kata Riki. Tapi, saat mau dipasang harus sedikit putar otak. Ternyata kuncinya adalah membuat dudukan baru untuk menyatukan arm dan rangka RGR150.
  
“Saya menggunakan pelat besi 10 mm, panjang sekitar 12 cm,” kata pria 27 tahun ini. Dengan adanya pelat besi ini maka kedua komponen tadi bisa disatukan dengan dimensi harmonis.

 

S’Moker Bukittinggi

Si Merah memang sudah kondang di Kota Jam Gadang itu. Julukannya pun oke punya, S’Moker. “Smoker itu kan karena RGR150 itu 2-tak, jadi asap melulu,” kekehnya. Tapi selain itu ternyata S’Moker mempunyai arti lain, yaitu Si Motor Keren. “Itu panggilannya di kota Saya.”

 

Data Modifikasi

Ban depan

Battlax BT 012 120/70-17

Ban belakang

Michelin Radial 160/60-18

Pelek

CBR400

Rem depan & belakang

CBR400

Sokbreker

CBR400

Swing-arm

CBR400

Fairing

Yamaha R1

Lampu  

Yamaha R6

Footstep

Aprilia

 

Posted at 06:07 pm by royaje
Comments (3)  

Suzuki Shogun 2003 (Jakarta) Egyptian Style

Soal gaya, Sonya Dwiyanto punya aliran rada nyeleneh. Mahasiswa Sekolah Tinggi Manajemen Industri (STMI), Cempaka Putih itu pilih corak egyptian style di sekujur bodi Shogun 2003 miliknya. Corak begini mengingatkan kita pada grafir dinding piramid zaman kemasyuran raja Firaun dan istrinya Cleopatra ketika memimpin Mesir.

“Jarang ada aibrusher menelurkan konsep seperti ini. Mereka kayaknya masih terhanyut konsep triball, marble atau sejenisnya,” bilang warga Komplek Walikota Jakarta Utara.

 



Konsep dasarnya merupakan hasil pemikiran rekan sejawatnya Holly. Oleh Holly ditunjuk kelir dominan kuning emas, lantaran itu dasar dari kemasyuran atau zaman keemasan Firaun kala itu.

Penentuan grafis Hyroglyp atau nama tulisan yang melekat di dinding piramid, digarap Ajay alias Jeje. Dia  punggawa Option Colour di Kayu Manis, Jakarta Timur. Di tangan Ajay, kelir dasar kemabli dipadu garis tipis khas Hyroglyp.

Pilihan warna Ajay, konon lebih kental ke putih, merah kecokelatan dan abu-abu. Lalu grafisnya disusun merata tanpa putus dari batok kepala, tebeng depan, sayap, sepatbor depan hingga belakang.

“Pokoknya, motor ini memang kayak piramid asli. Jadi, nggak perlu ke Mesir kalau cuma mau lihat salah satu tujuh keajaiban dunia ini,” canda Sonya yang baru 21 tahun.

Data modifikasi

Pelek depan

Evo 1,60X17

Pelek belakang

Evo 1,80X17

Ban depan

Hout 2,00X17

Ban belakang  

Hout 2,25X17

Knalpot 

TDR

Sokbreker belakang

Kitaco

Cakram belakang

Racing 1


Posted at 06:01 pm by royaje
Comment (1)  

Previous Page Next Page