|
Otak builder penuh inspirasi baru. Seperti Budi Udin Fakkar dari Jatayu Motor Sport (JMS). Dapat ide dari prototype Honda Hornet 600 versi modif from internet. Dilacak dari situs Honda Swiss yang menyuguhkan berbagai macam prototipe dan desain kuda besi.

Canggih memang. Rada melenceng dari vakum Honda Hornet 600 versi standar. Paling mencolok kaki-kaki dan bodi diubah. Sok depan upside-down dan lengan ayun tunggal. Juga ekor yang meruncing macam pacuan MotoGP.

Suzuki Thunder punya desain tangki yang mirip dengan Hornet 600. Dari lekukan depan, punggung dan punuknya. "Tinggal dimensinya diperbesar sedikit dengan cara memanjangkan ekor tangki," jelas Budi yang membuat sendiri cetakan tangki dari fiberglass.

Budi tidak mentah-mentah mencaplok dari desain yang ada. Modifikator berbadan busar ini memadukan berbagai jenis model tangki. Paling gampang dilihat pada lekukan samping yang dijepit paha pengendara. Itu meniru dari Honda Tiger.

Begitu pula ekor lancip. Tidak sepenuhnya mencontek dari Honda Hornet 6000 versi modif. Ekor paling ujung meniru Honda CBR150, berikutnya lampunya juga dari motor keluaran Honda Thailand itu. Sedang ekor tengah sampai depan, dicontek dari GSX1000. Kan tampak futuristik.

Maupun desain lampu depan. Rada unik dan masih jarang. Sekilas seperti keluaran Acerbis untuk kuda pacu motocross. Bernuansa garang lantaran dicat motif karbon. Bagi yang berminat, silakan kontak Budi, ini dijual eceran, kok. Eh promosi hi hi hi....
Satu lagi yang perlu dicermati. Cover bodi tengah yang dicat hitam. Sekilas tampak kaku. "Sengaja dirancang mencolok supaya kontras dengan kelir rangka bawah yang silver," argumen pria yang kerap bolak-balik Indonesia-Singapura itu. Hati-hati...
Tidak luput, tutup mesin dibikin mirip Hornet versi modif. Juga moncong knalpot model potong bambu. Bukan potong bebek, lho.
|
KAKI FUTURISTIK |
|
Karya Budi tidak sepenuhnya tertumpu meniru Honda Hornet 600 versi modif. Titik berat difokuskan pada pencapaian nilai futuristik. Seperti lengan ayun, tidak dipasang model pisang. Tapi dicarikan pro-arm VFR400-R.
Inovasi baru, dibuatkan stabiliser meniru MV Agusta. Fungsi stabiliser sekaligus menutup dudukan monosok Showa. Enaknya, kelembutan sok bisa diatur lewat tuas yang ada di lengan ayun. Tingga putar sesuai kemauan. Mau keras atau empuk. |
|
BUKAN PUNYA BUDI |
|
Asli! Sesungguhnya Suzy Thunder milik Handryanto dari di Tarakan, Kalimantan Timur. Dibeli dari dealer di Jakarta atas nama Budi.
Handryanto alias Akhay, Wiraswastawan 33 tahun kerap konsultasi desain modif dengan Budi dari Jl. Tubagus Angke Komplek THI, Q/29, Jakarta Utara.
Konsultasi tidak lewat kabel atau HP. Namun melalui e-mail. Akhay punya konsep agar dibikin street-fighter. "Nentuin model butuh 3 bulan," tutup Budi.
|
|
DATA MODIFIKASI |
|
Kaliper depan |
: Brembo 4 piston, master Brembo |
|
Kaliper belakang |
: Nissin 2 piston, master rem Nissin |
|
Cakram depan |
: 300 mm |
|
Cakarm belakang |
: 240 mm |
|
Sok depan |
: GSXR400 Showa |
|
Sok belakang |
: Showa |
|
Swing-arm |
: Pro-arm VFR 400 |
|
Footstep |
: meniru dari Honda CBR400 |
|
Pelek depan |
: Enkei 3,50x17 |
|
Ban depan |
: Pireli 120/60-17 |
|
Pelek belakang |
: Enkei 4,50x18 |
|
Ban belakang |
: Pireli 160/60-17 |
|
Setang |
: Kawasaki Ninja, raiser Yamaha FZR |
|
Tutup tangki |
: Kawak Ninja |
|
Deltaboks |
: fiberglass |
|
Fairing |
: Acerbis |
|
Speedometer |
: Suzuki Bandit |
|
Lampu depan |
: Acerbis |
|
Windshield |
: Acerbis |
|
Body belakang |
: JMS Design |
|
Behel belakang |
: Suzuki Thunder |
|
Lampu belakang |
: Honda CBR150 |
|
Tutup mesin |
: JMS Design |
|